Gethux Siga Ruyuk - OS Linux Sunda Jieunan Urang Mandalamekar

Pemerintah Desa (Pemdes) Mandalamekar mempersiapkan sistem operasi komputer khusus untuk mendukung gerakan Mandalamekar Go Open Source (MGOS). Sistem itu menggunakan bahasa Sunda dan rancang bangun antarmuka yang menunjukkan potensi yang ada di daerah itu.

Hal itu disampaikan oleh Yana Noviadi, Kepala Desa Mandalamekar disela-sela pelatihan pemasangan dan pemaketan sistem operasi open source di Radio Komunitas Ruyuk FM, Dusun Cinunjang, Mandalamekar, Jatiwaras, Tasikmalaya pada 16-17 Juli 2011. Sistem operasi yang dikembangkan oleh Pemdes Mandalamekar bernama Gethux Siga Ruyuk 1.0.

Gethux berasal dari bahasa Inggris Get dan Tux yang artinya raihlah kemerdekaan. Siga Ruyuk artinya Versi Belukar. Bila disatukan artinya meraih kebebasan ala masyarakat belukar atau kampung. Sistem itu merupakan perwujudan perjuangan warga Mandalamekar yang dianggap kampungan dan terbelakang dalam meraih cita-citanya, "leuweung nganteng kaca nunggal".

"Kita ingin menjadikan bahasa Sunda menjadi bahasa komputer. Bila komputer menggunakan bahasa Sunda, banyak warga yang dengan mudah menggunakan teknologi ini untuk meningkatkan kemampuan hidupnya," jelas Yana.

Pengembangan Gethux Siga Ruyuk 1.0 ditargetkan akan selesai dalam Oktober 2011 sehingga masyarakat Jawa Barat bisa menikmati sistem operasi ini secara gratisan. Gethux Siga Ruyuk 1.0 dikembangkan dari basis Debian dan turunannya Ubuntu.
'
"Selama dua hari Pemdes dan pemuda Mandalamekar dilatih membuat dukungan bahasa Sunda. Saya senang menyaksikan antusiasme peserta," lanjutnya.

Gerakan MGOS bisa mengembangkan sistem operasi sendiri atas dukungan Komunitas Gethux Linux yang berpusat di Purwokerto. Pelatihan pemaketan langsung difasilitasi oleh Pri Anton Subardio, Kepala Pengembang Gethux. Gethux sebelumnya sukses mengembangan sistem operasi berbahasa Banyumasan yang telah meraih popularitas di Banyumas dan sekitarnya.

"Saya senang bisa mendukung gerakan MGOS, salut untuk warga Mandalamekar yang komitmen di kemandirian teknologi meskipun mereka hidup di pinggir hutan yang minim infrastruktur," ujar Anton.

2 Waleran:

  • Andy A.Fairussalam says:
    18 Juli 2011 14.58

    geus di rilis can nya..? hanyang ngajaran deuh.. :D

  • ciburuan says:
    6 September 2011 15.47

    dirojong ti ka anggangan

Sapuluh Seratan nu Pangpajengna Diaos