Naskah Sunda Kuno - Umar Maya



Ringkasan isi:
Alkisah pada masa para Khalifah memerintah dan menyebarkan agama Islam di tanah Arab, tersebutlah seorang pahlawan Arab yang gagah berani dan tangguh dari berbagai macam senjata perang, bernama Umar Maya. Ia memiliki kesaktian sehingga terkenal ke seluruh penjuru Negara-negara yang sudah memeluk agama Islam. Nagara-negara yang belum memeluk agama Islam pun merasa gentar akan kesaktian pahlawan Islam tersebut.

Adapun rahasia kesaktian Umar Maya itu terletak pada endong (kantung yang terbuat dari kain). Oleh karena endong tersebut tidak pernah lepas dari badannya. Kemana saja ia pergi, endong tersebut selalu melekat pada badannya, mandi sekalipun. Berkat kesaktian dan khasiat endongnya ini, kerajaan Arab semakin lama makin luas saja. Akibatnya, makin banyaklah Negara yang mengabdi kepada Negara Arab, yang mengakibatkan upeti datang melimpah ruah setiap tahun. Maka dengan demikian, kerajaan Arab pun makin makmur dan kaya raya.

Diceritakan ada sebuah kerajaan yang belum takluk, kerajaan itu sudah lama menunggu kesempatan untuk menyerang kerajaan Arab karena telah mengetahui rahasia Umar Maya, yaitu terletak pada kantungnya. Untuk mengalahkan Negara Arab, satu-satunya cara hanya dengan mencuri endong Umar Maya. Berkat kecerdikan mata-mata yang dikirim ke Negara Arab, raja itu berhasil mencuri kantung Umar Maya. Alangkah gegernya kerajaan dari rakyat Arab. Ketika tersiar kabar bahwa kantung azimat hilang. Lama-kelamaan terciumlah berita bahwa pencurinya itu adalah dari kerajaan Wajesi.

Kerajaan Arab dengan bantuan kerajaan-kerajaan (Negara-negara) yang telah takluk dan sekarang telah menjadi sahabat, menyerang kerajaan Wajesi. Peperangan ini sangat dahsyat karena betapa gigihnya perlawanan balatentara Arab, tetapi karena musuh mempunyai endong Umar Maya, musuh sukar dikalahkan. Umar Maya yang mati-matian berjuang untuk mendapatkan kembali endong wasiatnya, beberapa kali terancam jiwanya. Akan tetapi karena keberanian balatentara Islam yang pantang mundur dan dibekali keimanan kepada Allah, akhirnya Raja Wajesi menyatakan takluk dan dengan demikian raja dan rakyatnya masuk Islam. Umar Maya dapat memiliki kembali endong wasiatnya, yang pernah jatuh ke tangan musuh.


Kondisi Naskah:
Kecamatan : Banyuresmi
Nama Pemegang naskah : Aja
Tempat naskah : Desa Cibatek
Asal naskah : salinan
Ukuran naskah : 16 x 21 cm
Ruang tulisan : 11.5 x 18 cm
Keadaan naskah : baik
Tebal naskah : 161 Halaman
Jumlah baris per halaman : 13 baris
Jumlah baris halaman awal dan akhir : 12 dan 13 baris
Huruf : Arab/Pegon
Ukuran huruf : besar
Warna tinta : hitam
Bekas pena : agak tumpul
Pemakaian tanda baca : ada
Kejelasan tulisan : jelas
Bahan naskah : kertas tidak bergaris
Cap kertas : tidak ada
Warna kertas : kecoklat-coklatan
Keadaan kertas : agak tebal, halus
Cara penulisan : timbal balik
Bentuk karangan : puisi

0 Waleran:

Sapuluh Seratan nu Pangpajengna Diaos