Naskah Sunda Kuno - Ahmad Muhamad





Ringkasan isi:
Dewi Kosasih bersuamikan Raja Jemur dan mempunyai dua orang anak laki-laki bernama Muhamad dan Ahmad. Sejak kecil kedua orang anak itu ditinggal mati ayahnya. Raja Jemur sebelum mati meninggali seekor burung perkutut bertuah. Menurut ramalan, barang siapa dapat memakan kepala burung tersebut, kelak akan menjadi seorang senopati dan yang dapat memakan badan burung tersebut kelak akan menjadi seorang raja. Ramalan tentang tuah burung perkutut itu terimpikan oleh seorang nahkoda dari negeri Habsyi.

Nahkoda yang pernah mimpi tentang tuah burung perkutut kepunyaan Muhamad dan Ahmad berusaha keras untuk memperolehnya. Ketika Muhamad dan Ahmad pergi berguru ngaji (mesantren), burung perkutut miliknya ditinggal di rumah bersama Dewi Kosasih nahkoda memperdaya dan berhasil membujuk Dewi Kosasih sehingga akhirnya burung perkutut itu oleh nahkoda disembelih dan dibakar. Akan tetapi ketika burung itu sedang dibakar dan akan dimakan secara mendadak muncul Muhamad dan Ahmad. Direbutnya daging burung itu dari nahkoda. Kepala burung dapat dimakan oleh Ahmad sedangkan badannya dimakan oleh Muhamad maka mendadak mereka menjadi orang yang gagah berani.

Dikisahkan tersebutlah di kerajaan Mesir sedang diadakan sayembara pemilihan raja. Berdasarkan musyawarah, Gajah Putih yang berhak menentukan siapa yang akan menjadi raja Mesir. Dilepaskanlah Gajah Putih ke hutan oleh Baginda Raja. Di tengah hutan Ahmad disuruh mencari air untuk Muhamad yang merasa dahaga. Sementara Ahmad pergi, muhamad menunggu dan tertidur dibawah pohon. Ketika ia sedang tidur datanglah Gajah Putih, selanjutnya Muhamad oleh Gajah Putih diambil dan dibawa ke Mesir.

Di tengah hutan Ahmad tiba di tempat Muhamad yang menunggu di bawah pohon. Alangkah terkejut setibanya melihat Muhamad tidak ada. Ahmad pergi berusaha mencari kakaknya yang dianggapnya hilang. Tibalah Ahmad di sebuah negeri. Disini Ahmad tinggal pada seorang janda dan disini pula ia berjumpa dengan Siti Bagdad, yaitu seorang putri yang dicalonkan menjadi permaisuri Muhamad, raja Mesir. Karena perkenalan Ahmad dengan Siti Bagdad menjadi akrab, Siti Bagdad berhasil mencuri azimat kepunyaan Ahmad. Atas perintah Siti Bagdad, Ahmad dibuang oleh para algojo kerajaan ke sebuah sungai. Diperjalanan dalam pembuangan, Ahmad bertemu dengan raja jin, yaitu yang pernah mencuri sangkar burung perkutut waktu dulu. Lalu oleh raja jin, Ahmad diberi tiga buah azimat, yaitu berkhasiat sakti mandraguna. Setelah memperoleh azimat tersebut, Ahmad segera pergi kembali ke negeri Mesir dengan tujuan akan merebut kembali azimat yang pernah dicuri oleh Siti Bagdad. Dalam waktu singkat, azimat itu dapat dimilikinya kembali.

Pada suatu waktu Siti Bagdad diculik oleh utusan raja Habsyi, namun dapat digagalkan oleh Ahmad. Demikian pula pada penculikan kedua kalinya oleh raksasa dapat ditolong Ahmad. Rupanya jodoh sudah menjadi suratan tangan Ahmad. Meskipun Ahmad telah beristri pada Dewi Soja, putra Nabi Sulaeman, Ahmad kawin lagi dengan Siti Bagdad. Raja Habsyi yang dikalahkan Ahmad ketika menculik Siti Bagdad mempunyai putri cantik bernama Ratna Komala, putri ini ternyata kemudian menjadi istri Muhamad raja Mesir, Setelah inilah Ahmad dapat bertemu kembali dengan Muhamad kakaknya yang telah menjadi raja Mesir. Kemudian Ahmad pun dibawa oleh Muhamad dan dijadikan senopati di kerajaan Mesir.


Kondisi Naskah:
Kecamatan : Karangpawitan
Nama Pemegang naskah : Sodik
Tempat naskah : Kp. Sindangpalay Desa Sindangpalay
Asal naskah : warisan
Ukuran naskah : 16 x 21 cm
Ruang tulisan : 13 x 16.5 cm
Keadaan naskah : relatif baik
Tebal naskah : 370 Halaman
Jumlah baris per halaman : 12 baris
Jumlah baris halaman awal dan akhir : 12 baris
Huruf : Arab/Pegon
Ukuran huruf : sedang
Warna tinta : biru
Bekas pena : tipis tebal
Pemakaian tanda baca : ada
Kejelasan tulisan : jelas
Bahan naskah : kertas bergaris
Cap kertas : tidak ada
Warna kertas : kekuning-kuningan
Keadaan kertas : tipis
Cara penulisan : timbal balik
Bentuk karangan : puisi

0 Waleran:

Sapuluh Seratan nu Pangpajengna Diaos